Beranda > Motivasi > Bagaimanakah Mewujudkan Impian???

Bagaimanakah Mewujudkan Impian???

Kesuksesan seseorang adalah relatif dan subyektif. Kesuksesan tergantung pada parameter yang kita gunakan untuk mengukurnya. Seseorang yang bekerja sebagai karyawan biasa dengan gaji yang pas-pasan bisa saja digolongkan sebagai orang sukses seperti halnya Kris Dayanti yang sekali manggung bertarif puluhan juta rupiah. Seseorang tidak harus menjadi seorang tokoh dengan segudang maha karya dan pengalaman untuk bisa dikategorikan sukses. Sehingga dapat dikatakan sukses yang telah dicapai seseorang bukan definisi sukses yang dimiliki orang lain. Namun hal yang harus diingat adalah sukses hanya dapat diraih melalui suatu proses. Dan proses ini bisa sangat panjang, penuh tantangan, bernuansa kompetisi, yang pada akhirnya akan menuntut semangat juang yang tinggi dan pantang menyerah.

Enzo Ferrari pada awalnya harus berjuang, berkompetisi, mengalami pahitnya jatuh dan kalah, menaklukkan tantangan untuk mewujudkan mimpinya membangun maha karyanya berupa mobil-mobil sport dan tetap konsisiten di dunia balap mobil. Dan pada akhirnya dunia juga mencatat bahwa Enzo Ferrari tidak hanya sukses memajukan perusahaannya, tapi Enzo Ferrari juga sukses menjadi legenda. Begitu juga yang terjadi pada Henry Ford, Adam Opel, Bill Gates, Steve Jobs, Michael Schumacher, Stephen Spielberg, George Lucas. Mereka mencapai sukses dalam mewujudkan mimpinya tidak hanya dalam sehari, tapi bertahun-tahun
dengan penuh perjuangan dan disiplin hidup yang tinggi. Sukses dalam mewujudkan mimpi bisa kita raih apabila kita menjalankan disiplin hidup secara konsisten.
Menurut buku “On Line for Life” karya Bob Urichuck (seorang pembicara, trainer, dan konsultan internasional), ada 12 disiplin hidup yang harus dijalani dengan konsisten dalam usaha untuk mewujudkan mimpi. Ke-12 disiplin hidup itu antara lain :
Kita mengenali apa yang menjadi hak kita. Kita mempunyai hak bermimpi, hak berkehendak, berusaha, berharap pada impian kita, menentukan sikap, menjadi diri kita sendiri, melakukan perubahan, menentukan pilihan. Memutuskan kapan kita akan memanfaatkan waktu, pikiran, dan tenaga kita. Bahkan kita juga berhak untuk menentukan kapan kita harus (maaf) buang air kecil.

Mengambil keputusan.
Menurut Bob, ada 3 klasifikasi manusia dalam mengambil keputusan. Pertama, mereka yang tidak tahu atau tidak mampu memutuskan apa yang diinginkan dalam hidupnya. Kedua, tipe manusia pemimpi yaitu mereka yang pekerjaannya hanya bermimpi dan berkhayal tanpa tahu bagaimana mewujudkannya, dan tidak melakukan apapun dalam usahanya mewujudkan mimpinya ini. Ketiga, mausia yang tahu apa yang diinginkan dalam hidupnya, merencanakan dan meraih apa yang diimpikan. Dari ketiga klasifikasi manusia tersebut terdapat hal utama yang harus diperhatikan, bahwa membuat suatu keputusan jauh lebih penting
daripada substansi keputusan itu sendiri.

Mengendalikan hidup.
Pikiran merupakan pondasi bagaimana seseorang mengendalikan hidup, karena pikiran merupakan representasi dari diri kita sendiri. Pikiran akan membentuk keyakinan untuk mengendalikan perilaku. Perilaku ini yang akhirnya membangun suatu kebiasaan atau habit. Jadi lakukanlah sesuatu meskipun kita sedang tidak ingin melakukannya dan hargailah apa yang telah anda lakukan itu.

Kenalilah diri anda sendiri.
Identitas atau jati diri jauh lebih penting daripada lakon kehidupan yang kita jalani. Semakin kita mengenali diri kita, kita akan mengetahui kekuatan dan kelamahan sehingga kita akan lebih siap dalam menjalani hidup.

Kenalilah apa yang anda inginkan, harapkan dan impikan selama ini.
Bayangkanlah seandainya anda telah divonis oleh dokter bahwa anda tinggal mempunyai harapan hidup hanya setahun, lalu apa yang akan anda lakukan dengan sisa hidup anda ini. Hidup seperti apa yang bakal anda jalani. Kesan dan kenangan apakah yang anda harapkan dari seseorang apabila anda nanti mati.

Kategorikan impian dan buatlah skala prioritas mimpi kita dalam suatu rentang waktu.
Dengan demikian, kita akan mudah mendifinisikan akan menjadi seperti apa, apa yang harus kita lakukan, dan apa yang telah dan harus kita miliki.

Kenaliah apa yang harus dipersiapkan dan apa yang harus kita ubah agar segalanya berjalan lancar dan menjadi lebih baik.

Kita akan dapat melihat perubahan dalam hidup kita, bagaimana memanfaatkan waktu dan biaya yang ada, melakukan sosialisasi dengan individu yang lain, merubah kebiasaan, memperbaiki pendidikan kita.

Menyusun tujuan hidup dalam suatu agenda.

Kategori:Motivasi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: