Beranda > Multimedia > Salahkah kalau kita bermimpi???

Salahkah kalau kita bermimpi???

Pernahkah kita mencoba membandingkan karya-karya mahasiswa Desain Produk di Indonesia (khususnya Despro ITS) dengan karya2 mahasiswa Desain Produk dari luar negeri (silakan pilih Asia, Amerika, Australia atau Eropa bahkan Afrika sekalipun)? Pada pandangan pertama kita akan segera merasakan perbedaannya. Terasa jauh sekali bedanya, dan mungkin sebagian besar dari kita akan menyebut karya mereka lebih bagus dan berani. Oke lah, mungkin kriteria bagus atau tidaknya suatu karya bersifat relatif dan subyektif, namun penilaian akan bersifat obyektif apabila telah melibatkan banyak pendapat. Kita juga berusaha untuk tidak
membandingkan dan mengesampingkan faktor kemajuan teknologi dan fasilitas serta sistem pendidikan maju yang telah mereka punyai (kalau ini kita dikatakan sebagai parameter, tulisan ini gak akan ada habisnya :D). Disini akan lebih banyak kita gunakan pendekatan ke sisi brainware (kemampuan SDM), bukan pada sisi hardware ataupun software-nya. Kita harus berani mengakui bahwa SDM kita lemah, terutama lemah dalam sisi imajinasi. Kita kurang berani mengeksplorasi ide dan imajinasi kita. Dengan kata lain, mereka lebih bisa dan berani berkhayal atau bermimpi atau berimajinasi.

Desain produk adalah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang bagaimana kita melakukan proses desain dalam mendesain dan mengembangkan suatu produk yang akan digunakan di masyarakat, sehingga produk tidak hanya dilihat sebagai fungsinya tapi juga memiliki beberapa nilai tambah (misalnya estetika, kemudahan proses produksi, efisiensi waktu dan biaya dalam produksi dan operasional, dsb). Orientasi kita adalah masa depan. Suatu masa yang kita belum mengalaminya, namun kita dituntut untuk mencoba memberikan gambaran tentang kondisi dimasa depan tersebut, kita dituntut untuk membayangkan
bagaimanakah teknologi, desain, fungsi, trend produk tersebut 6 bulan, atau 2 tahun bahkan 5 tahun mendatang.
Kita hanya dapat mencapai masa itu dengan melakukan pengembaraan melalui pikiran kita. Dengan kata lain kita dapat berimajinasi dan membayangkan bagaimanakah kondisi masa depan yang kita harapkan tersebut. Disinilah titik awalnya. Segala sesuatu dimulai dari khayalan kita. Dan inilah yang seharusnya kita pelajari dan kita kuasai baik selama kita kuliah maupun saat kita sudah bekerja. Kita harus mampu bermimpi dan mampu memvisualisasikan mimpi kita. Tanpa visualisasi, mustahil orang lain mengetahui apa yang sesungguhnya anda imajinasikan. Sketching, sketching, sketching, rendering dan modelling merupakan modal utama kita. Sengaja saya memberikan penekanan pada sketching, karena disinilah timbul
sinkronisasi imajinasi kita dengan kemampuan visualisasi kita dan orang lain pun dapat engetahuinya. Proses imajinasi, sketching, rendering dan modelling bukan merupakan proses berurutan, tapi yang pasti semuanya dimulai dari imajinasi. Setelah proses itu semua kita ketahui, yang kita butuhkan selanjutnya adalah motivasi. Tanpa motivasi yang kuat, mustahil anda dapat melalui semua tahap tersebut dan menghasilkan suatu karya desain.Motivasi juga merupakan bahan bakar bagi kita untuk sukses dan percaya pada kemampuan kita sendiri dan pada akhirnya kita mampu menjadi diri kita sendiri.

Ironisnya, pada saat perkuliahan kita diindoktrinasi dengan berbagai hal, terutama tentang realita apakah ini bisa diproduksi apa tidak, membumi atau tidaknya karya tersebut, latar belakang, alasan, tujuan, dan laen sebagainya dan ini dilakukan pada saat perkuliahan awal. Kita lebih disibukkan dengan hal-hal diluar bidang kita, seakan-akan kita memang diarahkan untuk menjadi seorang peneliti yang disibukkan dengan latar belakang, tujuan, alasan dan lain sebaginya. Hasil yang bisa didapat adalah, mahasiswa mulai kehilangan keberanian dan kemampuan berimajinasi, karena mereka sudah dipasung dan dibatasi oleh aturan-aturan tersebut, dan pada akhirnya kehilangan kreativitas. Dan seakan merupakan suatu kesalahan yang besar seandainya kita mempunyai imajinasi yang (mungkin) aneh bagi orang lain.

Tujuan untuk membumikan mahasiswa dan mencoba mengajak mahasiswa untuk melihat realita kondisi di sekitarnya secara tidak langsung telah menjadi bumerang dan menjadikan mahasiswa terpasung imajinasi dan daya kreativitasnya. Sebenarnya tanpa dipaksa untuk melihat realita, seiring dengan berjalannya waktu perkuliahan dan penguasaan materi yang mereka dapat pada saat menjelang kelulusan, mahasiswa akan mulai mempertimbangkan unsur realita ini. Dan menjadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mendesain. Mahasiswa pada akhirnya akan mampu membedakan mana imajinasi yang bisa direalisasikan dan
mana yang hanya sekedar mimpi.

Imajinasi bagi orang yang berkecimpung dalam dunia kreatif adalah segalanya. Imajinasi akan mereka visualisasikan melalui sketching ataupun story board. Proses selanjutnya adalah memilah mana yang bisa direalisasikan dan mana yang tidak bisa. Dan ini juga ditunjang oleh motivasi kita. Sehingga imajinasi dan motivasi akan berjalan beriringan. Seandainya imajinasi anda dibantah dan disanggah oleh dosen ataupun atasan anda, tetaplah bangga dengan imajinasi anda dan jangan pernah berhenti atau malas untuk berimajinasi. Teruslah berimajinasidan menggoreskan sketsa anda. Karena pada akhirnya kita akan
menjadi penjual imajinasi, dan ini merupakan sesuatu yang bernilai tinggi. Kita akan menawarkan mimpi-mimpi kita ke masyarakat, dan masyarakatlah yang menjadi penilainya. Lebih hebatnya lagi, imajinasi tidak tergantung pada waktu, tempat, software maupun hardware. Dimanapun kita bisa berimajinasi, walaupun saat itu listrik sedang padam atau kita sedang berada di pedalaman. Imajinasi juga tidak mengenal kata salah. Brainstorming ide selalu berhubungan dengan imajinasi kita.

Jadi jangan menunggu terlalu lama, marilah kita budayakan berimajinasi mulai saat ini juga. Marilah kita bermimpi, termotivasi dan mewujudkan suatu karya yang lebih baik ……

Bagaimana pendapat Anda ??? ……

Kemang,
ferrarisz@yahoo.com

Kategori:Multimedia
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: