Beranda > Umum > Polisi dari Deli Serdang terobos istana untuk nasehati presiden

Polisi dari Deli Serdang terobos istana untuk nasehati presiden

Mengaku mendapat wangsit dan ingin menasihati Presiden SBY. Mabes Polri menduga, oknum polisi tersebut mengalami gangguan jiwa.
Istana Negara di Jl Medan Merdeka Utara yang dijaga ketat oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sempat dikejutkan dengan ulah nekat seorang oknum polisi bernama Dedi Susanto. Oknum polisi dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) dan berdinas di Polres Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara ini nekat menerobos ketatnya penjagaan dengan tujuan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memberikan wejangan dan nasihat terkait wangsit yang dia peroleh. Sayangnya, niat Dedi bertemu Presiden gagal terlaksana karena dicegat oleh Paspampres. Polisi yang diduga mengalami gangguan jiwa ini lantas diserahkan ke Provost Polda Metro Jaya. Peristiwa unik ini sebenarnya terjadi pada Rabu (10/12) namun baru terungkap pada Kamis (11/12). Dedi yang diperiksa di Provost Polda Metro Jaya sempat menangis tersedu-sedu. Dia merasa menyesal karena gagal bertemu Presiden SBY. Untuk memberikan nasihat dan menyerahkan surat ‘Hasanah’ yang mengaku diperolehnya dalam sebuah wangsit serta sebuah Al-Quran. Kasubden Provost Polda Metro Jaya AKBP Bonar Marpaung saat dikonfirmasi, Kamis (11/12), membenarkan adanya kejadian itu. “Kami sudah memintai keterangan dan sudah menyerahkannya ke-Provost Mabes Polri untuk dipulangkan ke tempat tugasnya di Polres Deli Serdang,” ujarnya.

Keterangan yang diperoleh Dedi datang ke Istana dengan menggunakan seragam polisi lengkap. Kedatangan Bintara Polisi lulusan Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali Medan ini langsung dicegat pasukan Paspampres. Dedi sempat memaksa masuk namun petugas Paspampres tidak mengizinkannya. Polisi ini lantas digiring ke Polres Metro Jakarta Pusat sebelum diserahkan ke Polda Metro Jaya. “Sepertinya dia mengalami gangguan jiwa. Pikirannya kurang sehat karena dia mengaku mau memberikan nasihat kepada Presiden,” ujar Bonar.
Seorang petugas di Provost Polda Metro Jaya mengatakan, Dedi sempat menangis saat menjalani pemeriksaan. Dia mengaku menyesal karena gagal menemui Presiden SBY untuk menyampaikan wangsit yang diperolehnya. Dedi mengaku, telah mendapat ilham dari malaikat dan nabi.
Dia lantas ‘diperintahkan’ menemui Presiden SBY untuk memberikan nasihat dan menyerahkan surat ‘Hassanah’ serta Al-Quran. Pasalnya, akan ada masalah dan tekanannya yang dihadapi oleh orang nomor satu di Indonesia itu. Tekanan itu, kata Dedi, semakin hari semakin besar dan sangat berat, terutama menjelang Pemilu dan pemilihan presiden (Pilpres) mendatang.
Demi menjalankan tugasnya itu, Dedi mengaku terpaksa meminjam uang sebesar Rp4 juta untuk biaya ke Jakarta. Dia juga nekat meninggalkan tugasnya di Polres Deli Serdang tanpa mendapat restu dan izin dari atasannya. “Kami memeriksa barang-barang bawaannya. Di situ ada secarik kertas berisi tulisan yang dikatakannya sebagai surat Hassanah. Juga ada Al-Quran dan beberapa barang antik lainnya,” ujar petugas tersebut.
Terkait kejadian ini,” ujarnya Dedi kemungkinan akan diperiksa kejiwaannya dan dikenai sanksi disiplin karena meninggalkan tugas tanpa izin atasan. Selain itu, pihak provost juga masih menyelidiki kedatangan oknum polisi tersebut ke Jakarta apakah atas inisiatif sendiri atau ada yang menyuruh.

Kategori:Umum
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: