Archive

Archive for the ‘Multimedia’ Category

Oasis gagal konser di Cina

Oasis gagal konser perdana di Cina. Setelah pihak berwenang mencabut lisensi mereka untuk konser. Dan menganggap Oasis tidak cocok tampil di Cina. Pertunjukan di Beijing dan Shanghai rencananya bulan depan dan para fans yang membeli tiket akan dibayar uang pengganti.

Promotor konser mengatakan kementerian kebudayaan Cina baru-baru ini mengetahui bahwa Noel Gallagher ikut manggung di acara “FREE TIBET” di Amerika tahun 1997. Dan Oasis mengatakan mereka dikecewakan secara ekstrem tentang berita, dan berharap yang berwewenang Cina akan “mempertimbangkan kembali keputusan mereka”.

Baca selanjutnya…

Kategori:Multimedia

Gambar Pixel Terbaik

4 Februari 2009 Tinggalkan komentar

Berikut ini gambar PIXEL terbaik oleh beberapa orang yang berkarya pake PIXEL. Diantaranya,

Steffen Sauerteig, Svend Smital dan Kai Vermehr dari eboy.com

eboy-1

eboy-2

eboy-3

Baca selanjutnya…

Kategori:Multimedia

Salahkah kalau kita bermimpi???

30 November 2008 Tinggalkan komentar

Pernahkah kita mencoba membandingkan karya-karya mahasiswa Desain Produk di Indonesia (khususnya Despro ITS) dengan karya2 mahasiswa Desain Produk dari luar negeri (silakan pilih Asia, Amerika, Australia atau Eropa bahkan Afrika sekalipun)? Pada pandangan pertama kita akan segera merasakan perbedaannya. Terasa jauh sekali bedanya, dan mungkin sebagian besar dari kita akan menyebut karya mereka lebih bagus dan berani. Oke lah, mungkin kriteria bagus atau tidaknya suatu karya bersifat relatif dan subyektif, namun penilaian akan bersifat obyektif apabila telah melibatkan banyak pendapat. Kita juga berusaha untuk tidak
membandingkan dan mengesampingkan faktor kemajuan teknologi dan fasilitas serta sistem pendidikan maju yang telah mereka punyai (kalau ini kita dikatakan sebagai parameter, tulisan ini gak akan ada habisnya :D). Disini akan lebih banyak kita gunakan pendekatan ke sisi brainware (kemampuan SDM), bukan pada sisi hardware ataupun software-nya. Kita harus berani mengakui bahwa SDM kita lemah, terutama lemah dalam sisi imajinasi. Kita kurang berani mengeksplorasi ide dan imajinasi kita. Dengan kata lain, mereka lebih bisa dan berani berkhayal atau bermimpi atau berimajinasi.

Desain produk adalah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang bagaimana kita melakukan proses desain dalam mendesain dan mengembangkan suatu produk yang akan digunakan di masyarakat, sehingga produk tidak hanya dilihat sebagai fungsinya tapi juga memiliki beberapa nilai tambah (misalnya estetika, kemudahan proses produksi, efisiensi waktu dan biaya dalam produksi dan operasional, dsb). Orientasi kita adalah masa depan. Suatu masa yang kita belum mengalaminya, namun kita dituntut untuk mencoba memberikan gambaran tentang kondisi dimasa depan tersebut, kita dituntut untuk membayangkan
bagaimanakah teknologi, desain, fungsi, trend produk tersebut 6 bulan, atau 2 tahun bahkan 5 tahun mendatang.
Baca selanjutnya…

Kategori:Multimedia

Pendidikan Desain Produk Industri

30 November 2008 Tinggalkan komentar

Banyak profesional yang akan menjawab dengan serentak, “TIDAK !” Meskipun selalu ada mahasiswa luarbiasa yang mampu membalik anggapan tersebut, namun secara mayoritas belumlah siap, baik secara teknik dan motivasi, untuk melakukan secara baik dalam lapangan kerja dimana mereka telah dipersiapkan. Mereka seringkali menemukan kesulitan atau bahkan mustahil untuk mendapatkan posisi dalam sebuah kerja profesional. Jika mereka bisa, mereka juga seringkali membutuhkan beberapa tahun pelatihan-kembali dan pengalaman untuk mendapatkan produktivitas minimal. Hanya beberapa yang memiliki “sense” dalam
dunia bisnis, apalagi kemampuan untuk mendirikan firma desain mereka sendiri. Dalam sebuah pasar dimana keahlian dalam computer aided design adalah sebuah nilai yang tinggi, hanya beberapa lulusan yang bisa memanfaatkannya. Kemampuan presentasi verbal dan tulisan jarang dimiliki. Dan yang paling menyedihkan, banyak yang tidak realistis dalam harapan mereka sendiri dan lupa pada permintaan-permintaan dari atasan dan calon klien mereka.

Bagi siswa-siswa dan orang tuanya yang membayar lebih dari 100.000 dollar amerika untuk sebuah program yang direkomendasikan oleh profesinya dan diakreditasi oleh Asosiasi Sekolah Seni dan Desain Nasional Amerika (NASAD), dengan pemahaman dan pengharapan bahwa gelar tersebut tidak hanya untuk mengawali karir, tapi juga sesuatu yang menimbulkan prestise dan respek; lapangan kerja yang nyata yang disembunyikan,kurang lebihnya. Yang terburuk, mereka merasa dicurangi. Para praktisi lapangan merasa disakiti.
Baca selanjutnya…

Kategori:Multimedia

Brand Melahirkan Estetika

30 November 2008 Tinggalkan komentar

Pada dasarnya brand memiliki beberapa tahapan dalam menuju ekuitas suatu brand. Diantara tahapan yang dimiliki suatu brand terhadap suatu benda desain adalah : tahapan brand awareness, brand assessement, brand promise, dan brand advantage. Dari keempat tahapan dalam mencapai ekuitas suatu brand, maka keempat tahapan tersebut akan memiliki arahan dalam pencapaian suatu bentuk desain yang beragam. Keragaman arahan (baca : kebijaksanaan serta rumusan) dalam menghasilkan suatu benda desain disebabkan tuntutan inovasi yang dicapai dari satu tahapan kepada tahapan yang lainnya. Artinya, tiap tahapan dalam mencapai ekuitas suatu brand, akan memiliki nilai estetika yang beragam. Namun, yang perlu diingat adalah masing-masing tahapan tetap memiliki nilai estetika yang tinggi sesuai arahan strateginya.
Baca selanjutnya…

Kategori:Multimedia

Dibalik keajaiban dunia animasi

30 November 2008 Tinggalkan komentar

oleh : Roy Adimulyo

Ternyata animasi sudah berusia sangat tua. Sejak ditemukan rangkaian gerak dalam bentuk gambar pada berbagai artefak pada jaman Mesir Kuno 2000 tahun sebelum masehi manusia sudah mencoba membuat ilustrasi gerakan yang akhirnya berkembang menjadi animasi. Sampai akhirnya Paul Roget, Joseph Plateau dan Pierre Desvigenes menemukan pola penglihatan mata, lahirlah dunia animasi yang sampai sekarang mampu melahirkan berbagai keajaiban bagi para pemirsanya. Dari menghadirkan adegan-adegan lucu dalam tradisional cell animation, hingga special effect dahsyat dalam Computer Graphics Animation yang dilahirkan studio-studio besar Hollywood. Mau tahu lebih lanjut? Tilik saja tulisan berikut ini…

Sejak menyadari bahwa gambar bisa dipakai sebagai alternatif media komunikasi, timbul keinginan menghidupkan lambang-lambang tersebut menjadi cermin ekspresi kebudayaan. Terbukti dengan diketemukannya berbagai artefak pada peradapan Mesir Kuno 2000 sebelum masehi. Salah satunya adalah beberapa panel yang menggambarkan aksi dua pegulat dalam berbagai pose. Dalam salah satu ilustrasi Leonardo da Vinci yang terkenal, dilukiskan anggota tubuh manusia dalam berbagai posisi.Seorang artis Italy Gioto, juga melukiskan malaikat dalam posisi terbang dengan repitisi gerakan.
Baca selanjutnya…

Kategori:Multimedia

THAT’S THE POWER OF BRAND!

30 November 2008 1 komentar

Brand bukanlah logo dan brand bukanlah produk. Apa yang membedakan produk dan brand? Produk diciptakan di pabrik, sedang brand diciptakan di benak manusia. Ketika kita menyebut pasta gigi, Pepsodent dan Close Up adalah brand yang teringat, ketika kita menyebut ayam goreng, KFClah top of mind-nya.

Jadi brand adalah gut feeling kita tentang suatu produk, bukan apa yang yang ingin diungkapkan oleh si pemilik brand, tetapi persepsi dari konsumen tentang brand.

Benak manusia hanya mampu mengingat 2 – 3 brand di setiap kategorinya. Oleh karena itu beragam cara untuk membuat brand menjadi stand-out. Cara paling mudah adalah dengan membuat brand untuk harga murah, contoh, Attack menyerang Rinso, Avanza diposisikan menduduki pangsa mobil murah menggantikan Kijang yang naik kelas.
Baca selanjutnya…

Kategori:Multimedia